Ikan Nila, Berbahayakah Untuk Dikonsumsi Manusia?

Konsumsi Ikan Nila – Secara fakta speciess Nila merupakan salah satu jenis hidangan makananan yang paling banyak di restoran serta sangat diminati oleh masyarakat Indonesia, dikarenakan hidangan yang murah serta sangat lezat jika dipanggang ataupun digoreng pada akan dikonsumsi.

Bagi sebagian orang, pastinya bertanya tanya mengapa kami mengangkat artikel ini, namun sebenarnya dari fishdisease sengaja memberikan informasi yang detail tentang bahaya jika mengkonsumsi ikan Nila secara terus menerus.

Ikan Nila Terkenal Dengan Sebutan Ayam Air

Nila merupakan jenis species ikan air tawar yang awalnya berasal dari sebuah danau di Afrika. Akan tetapi setelahnya jenis ikan ini sangat cepat dibawah serta dikembangkan di negara Amerika Latin serta Asia termasuk di Indonesia. Mengenai jenis ikan ini merupakan jenis ikan paling mudah dibudidayakan dibanding jenis ikan lainnya, sehingga mendapatkan sebutan “ayam air”.

Seperti yang Anda ketahui Ikan nila memiliki banyak sekali manfaat yang menguntungkan manusia pada saat mengkonsumsinya. Salah satu kelebihan ikan ini adalah kandungan sumber protein serta asam folat yang berguna bagi tubuh manusia. Selain itu semua nila sebenarnya juga sangat bagus dalam pertumbuhan serta perkembangan tubuh, dan juga mencegah penuaan dini.

Konsumsi Nila Sangat Berbahaya Bagi Manusia

Namun setelah dipelajarin serta diteliti lebih lanjut oleh para ahli, bahwa ikan Nila juga memiliki terdapat konsekuensi negative jika terlalu sering mengkonsumsinya. Berikut beberapa alasan mengapa konsumsi Nila sangat berbahaya bagi manusia.

  1. Merusak Lingkungan

Dengan banyaknya permintaan untuk jenis Nila ini, maka banyak tambak ikan nila yang sangat mengutamakan keuntungan serta hasil yang cepat dan banyak. Mereka malah membiarkan perawatan hewan nila yang sangat merusak lingkungan. Untuk jenis tambak ikan mestinya harus dikelola dengan baik. Dikarenakan sangat besar potensinya dalam penyebaran polusi air serta penyakit pada ikan.

  1. Sumber Lemak Jahat Terbesar

Sebagai informasi bagi Anda semuanya, nila liar biasanya akan memakan tumbuhan air atau ganggang laut. Namun Nila hasil ternak diberi makan jagung serta pellet yang mengandung banyak zat kimia. Hal tersebut pastinya bisa mengakibatkan hasil ukuran nila juga sangat cepat besar dalam waktu yang sangat cepat.

Asal kalian tahu bahwa ikan nila yang merupakan hasil dari tambak sama sekali tidak mengandung asam lemak Omega-2 sepertian penelitian sebelumnya. Malah lebih buruknya menurut Wake Forest University School of Medicine yang berlokasi di Carolina, Amerika Serikat bahwa “Jumlah Omega-6 pada species nila lebih besar dibanding dengan mengkonsumsi daging ataupun hamburger”.  Jadi dengan besarnya konsumsi omega-6 bisa menimbulkan kerusakan inflamasi saraf ataupun Alzheimer.

Ikan Nila, Berbahayakah Untuk Dikonsumsi Manusia

  1. Banyak Sekali Zat Kimia

Bagi Peternak Tambak Nila pastinya sangat sering memberikan zat antibiotic serta pestisida di kolam untuk mengatasi kutu air. Yang lebih luarbiasanya lagim malah diketahui nila yang memiliki kandungan zat dibutylin yang merupakan salah satu bahan plastic PVC.

Setelah diteliti, maka diketahui bahwa zat kimia tersebut merupakan salah satu sumber dari penyakit obesitas, alergi, asma serta gangguan metabolic penyakit beberapa tahun ini.

  1. Jenis Species Pemakan Kotoran

Ikan Nila yang dipelihara dalam jumlah besar pastinya akan sering kekurangan makan, dan akhirnya memakan kotoran mereka sendiri. Selanjutnya diketahui bahwa budidaya Nila di China diberi makan kotoran babi serta angsa.

Hal tersebut telah diungkap di majalah Blomberg oleh Mr. Michael Doyle. Beliau mengungkap bahwa “Kotoran hewan di China sering digunakan sebagai salah satu makanan ke ikan, padahal kotoran tersebut telah terkontaminasi dengan mikroba Salmonella.

  1. Penyebab Terbesar Kanker

Untuk tambak ikan nila diduga mengandung jenis produksi  nila yang besar memiliki dioxin atau bahan kimia karsinogen beracun di Dunia. Dengan masuknya Kandungan Dioxin tersebut, maka efek dari zat tersebut adalah tanda memerah yang diperkirakan bertahan selama puluhan tahun.

Demikianlah artikel ini kami buat, semoga bermanfaat dan bisa menambah informasi Anda semuanya tentang bahaya species Nila terhadap kesehatan Manusia. Terima kasih sudah membaca artikel ini.